Thursday, February 23, 2012

Kejelekan Materialisme

 "Materi telah menyangsarakan umat manusia dan kaum muslimin. Materi menjadikan mata kaum muslimin nanar. Tidak dapat lagi membedakan antara halal dan haram. Antara haq dan bathil. Kaum muslimin telah terperangkap dalam dunia materialisme".
"Manusia telah tertipu dengan kehendak nafsunya. Mereka berkompromi dengan segala kesesatan dan kebathilan yang terus menyengsarakan. Tanpa terasa. Mereka telah berada di tubir kehancuran. Mereka berlari sepanjang kehidupan. Mencari dan mengejar dunia. Mereka tidak bersikap zuhud terhadap dunia. Karena itu, manusia dan sebagian kaum muslimin, yang tersesat dan mengejar dunia, mereka menjadi tersesat  dalam lembah kehinaan. Berada di kerak dunia".
( Hasan al-Banna  )

Tuesday, February 14, 2012

MAKNA ZUHUD

Sebenarnya Apa Dan Bagaimana Zuhud Itu?
Zuhud secara bahasa adalah lawan kata gemar. Gemar merupakan suatu bentuk keinginan. Sedangkan zuhud adalah hilangnya keinginan terhadap sesuatu, baik disertai kebencian ataupun hanya sekedar hilang keinginan[3]
Zuhud Menurut Pengertian Syari’at.
Dr. Yahya bin Muhammad bin Abdullah Al Hunaidi mengatakan, bahwa pengertian zuhud yang paling sempurna dan paling tepat adalah pengertian yang dikemukakan oleh Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah rahimahullâh.
Syaikhul Islam rahimahullâh mengatakan, zuhud yang disyari’atkan ialah meninggalkan rasa gemar terhadap apa yang tidak bermanfaat bagi kehidupan akhirat. Yaitu terhadap perkara mubah yang berlebihan dan tidak dapat digunakan untuk membantu berbuat ketaatan kepada Allâh Ta'ala, disertai sikap percaya sepenuhnya terhadap apa yang ada di sisi Allâh Ta'ala.[4]

TINGKATAN ZUHUD
Zuhud itu sendiri, menurut Ibnu Al Qoyyim rahimahullâh[5] serta ulama lain ada empat tingkatan.
Pertama. Zuhud wajib bagi setiap muslim. Yaitu zuhud terhadap perkara haram. Yakni dengan cara meninggalkannya.
Kedua. Zuhud yang bersifat sunnah (mustahabbah). Yaitu zuhud terhadap perkara-perkara makruh dan perkara-perkara mubah yang berlebihan. Maksudnya, perkara mubah yang melebihi kebutuhan, baik makan, minum, pakaian dan semisalnya.
Ketiga. Zuhud orang-orang yang berpacu ketika berjalan menuju Allâh Ta'ala. Zuhud pada tingkat ini ada dua macam:
1.    Zuhud terhadap dunia secara umum. Maksudnya bukan mengosongkan tangan menjadi menghampa dari dunia, dan bukan pula membuang dunia. Tetapi maksudnya, menjadikan hati kosong secara total dari hal-hal yang serba bersifat duniawi. Sehingga hati tidak tergoda oleh dunia. Dunia tidak dibiarkan menempati hatinya, meskipun kekayaan dunia berada di tangannya. Hal ini, seperti keadaan para khulafa’ur rasyidun dan Umar bin Abdul Aziz. Orang-orang yang zuhudnya menjadi panutan, meskipun kekayaan harta benda ada di tangannya. Begitu pula keadaan manusia terbaik, yaitu Nabi Muhammad Shallallâhu 'Alaihi Wasallam. Ketika dunia ditaklukkan oleh Allâh untuk Beliau, malah menjadikan Beliau semakin zuhud terhadap dunia.
2.    Zuhud terhadap diri sendiri. Ini merupakan zuhud yang terberat.

Keempat. Zuhud terhadap perkara syubhat. Yaitu dengan cara meninggalkan perkara yang belum jelas bagi seseorang, apakah halal atau haram. Inilah zuhudnya orang-orang yang wara’ (menjaga kehormatan).[6]
 (Sumber : Internet )

Friday, February 10, 2012

Keistimewaan Rasulullah SAW dan Umatnya dalam Kitab Terdahulu

Imam Ahmad telah meriwayatkan dari Atha’ bin Yasar, Aku telah menemui Abdullah bin Amru bin Al-Ash ra. lalu bertanya kepadanya “Beritahulah aku tentang sifat-sifat Rasulullah SAW yang ditemui di dalam Taurat! Maka jawabnya: Demi Allah, memang benar, bahwa Nabi kita itu tersebut sifatnya di dalam Taurat, sebagaimana yang terdapat sifatnya di dalam Al-Quran, yaitu berbunyi: Wahai Nabi! Sesungguhnya Kami mengutusmu sebagai saksi dan pembawa berita gembira dan ancaman, dan sebagai penghulu dari ummat yang ummi. Engkau adalah hambaku dan utusanKu.
Aku namakan engkau Mutawakkil (orang yang menyerahkan diri kepada Tuhannya), engkau bukan seorang yang keras atau kasar, dan bukan orang yang suka berteriak di pasar. Engkau bukanlah orang yang membalas keburukan dengan yang keburukan, akan tetapi engkau suka memaafkan dan mengampunkan. Dan dia itu tidak akan diambil nyawanya, sehingga mereka (pengikutnya) meluruskan agama yang bengkok ini dengan mengucapkan ‘Laa llaaha illallaah!’ yakni tiada Tuhan melainkan Allah! Dengan itu dia dapat membuka mata yang buta, telinga yang tuli dan hati yang tertutup.
Wahab bin Munabbih juga berkata bahwa Allah ta’ala telah mewahyukan kepada Nabi Daud a.s di dalam kitab Zabur, yang berbunyi “Hai Daud! Ingatlah, bahwa akan datang selepasmu seorang Nabi namanya Ahmad atau Muhammad, dia seorang yang benar, penghulu sekalian Nabi, Aku tidak akan marah sama sekali kepadanya, dan dia juga tidak pernah menyebabkan Aku marah.
Aku sudah mengampuninya sebelum dia berbuat salah atas segala dosanya yang terdahulu dan yang akan datang. Ummatnya senantiasa dirahmati, Aku telah memberikannya Nawafil, yakni amalan-amalan sunnat sebagaimana yang Aku berikan kepada para Nabi, dan Aku telah mewajibkan ke atas mereka (ummat Nabi Muhammad) bermacam-macam fardhu, yang telah Aku wajibkan ke atas semua para Nabi dan para Rasul, sehingga mereka nanti datang kepadaku di hari kiamat, di mana cahaya mereka seperti cahaya-cahaya para Nabi. Hai Daud! Bahwa sesungguhnya Aku telah utamakan Muhammad dan ummatnya di atas sekalian ummat seluruhnya.

(Al-Bidayah Wan-Nihayah)

Nasehat Imam Ibnu Athaillah

“Jika engkau telah berusia empat puluh tahun, maka segeralah untuk memperbanyak amal shaleh siang maupun malam. Sebab, waktu pertemuanmu dengan Allah ‘Azza wa Jalla semakin dekat. Ibadah yang kau kerjakan saat ini tidak mampu menyamai ibadah seorang pemuda yang tidak menyia-nyiakan masa mudanya. Bukankah selama ini kau sia-siakan masa muda dan kekuatanmu. Andaikata saat ini kau ingin beramal sekuat-kuatnya, tenagamu sudah tidak mendukung lagi”.
Oleh karena itu beramallah sesuai kekuatanmu. Perbaikilah masa lalumu dengan banyak berdzikir, sebab tidak ada amal yang lebih mudah dari dzikir. Dzikir dapat kamu lakukan ketika berdiri, duduk, berbaring maupun sakit. Dzikir adalah ibadah yang paling mudah.
Rasulullah saw bersabda :
“Dan hendaklah lisanmu basah dengan berdzikir kepada Allah swt.”
Bacalah secara berkesinambungan doa’ dan dzikir apapun yang mudah bagimu. Pada hakikatnya engkau dapat berdzikir kepada Allah swt adalah karena kebaikannya. Ia akan mengaruniamu”
“Ketahuilah, sebuah umur yang awalnya disia-siakan, seyogyanya sisanya dimanfaatkan. Jika seorang ibu memiliki sepuluh anak dan sembilan diantaranya meninggal dunia. Tentu ia akan lebih mencintai satu-satunya anak yang masih hidup itu. Kamu telah menyia-nyiakan sebagian besar umurmu, oleh karena itu jagalah sisa umurmu yang sangat sedikit itu. Demi Allah, sesungguhnya umurmu bukanlah umur yang dihitung sejak engkau lahir, tetapi umurmu adalah umur yang dihitung sejak hari pertama engkau mengenal Allah swt”.
“Seseorang yang telah mendekati ajalnya ( berusia lanjut ) dan ingin memperbaiki segala kekurangannya di masa lalu, hendaknya dia banyak membaca dzikir yang ringkas tetapi berpahala besar. Dzikir semacam itu akan membuat sisa umur yang pendek menjadi panjang.
Jika sebelumnya kau sedikit melakukan shalat dan puasa sunah, maka perbaikilah kekuranganmu dengan banyak bershalawat kepada Rasulullah saw. Andaikata sepanjang hidupmu engkau melakukan segala jenis ketaatan dan kemudian Allah swt bershalawat kepadamu sekali saja, maka satu shalawat Allah ini akan mengalahkan semua amalmu itu. Sebab, engkau bershalawat kepada Rasulullah sesuai dengan kekuatanmu, sedangkan Allah swt bershalawat kepadamu sesuai dengan kebesaran-Nya. Ini jika Allah swt bershalawat kepadamu sekali, lalu bagaimana jika Allah swt membalas setiap shalawatmu dengan sepuluh shalawat sebagaimana yang disebutkan dalam sebuah Hadits Shahih?
Betapa indah hidup ini jika kau isi dengan ketaatan kepada Allah swt, dengan berdzikir kepada-Nya dan bershalawat kepada Rasulullah saw.”
“Orang yang menggunakan masa sehatnya untuk bermaksiat kepada Allah swt adalah seperti seorang anak yang mendapat warisan dari ayahnya sebesar seribu dinar, kemudian ia gunakan semua uang itu untuk membeli ular dan kalajengking yang sangat berbisa yang kemudian mengelilingi dan menggigitnya. Bukankah ular dan kalajengking tersebut akan membunuhnya? Kamu gunakan masa sehatmu untuk bermaksiat kepada Allah swt, maka nilaimu adalah seperti burung pemakan bangkai yang terbang berkeliling mencari bangkai, dimana pun ia dapatkan, maka ia segera mendarat.

Dunia Ibarat Sampah

Suatu hari Rasulullah Saw berjalan-jalan dengan para sahabat, ketika tiba di suatu tempat ada bangkai seekor keledai yang sudah membusuk dan di penuhi dengan belatung. Lalu Rasulullah bertanya kepada para sahabat, "Apakah kalian mau bila aku suruh untuk membeli bangkai keledai ini ?", lalu para sahabatpun menjawab "Ya Rasulullah jangankan di suruh membeli di kasih gratis pun kami tidak mau "
Lalu Rasulullah Saw berkata , "Seperti itulah perumpamaan Dunia, dunia ini seperti sampah atau bangkai tetapi banyak orang yang memperebutkan ".
Sahabat-sahabatku sekalian kita semua tahu dijaman sekarang ini  kebanyakan manusia (hampir semuanya ) berlomba-lomba untuk memperebutkan Dunia, bahkan mereka rela melakukan apa saja tanpa memperdulikan mana yang haq dan mana yang batil, mana yang halal dan mana yang haram, yang terpenting mereka dapat meraih apa yang mereka inginkan yaitu berupa kemewahan dunia, Astaghfirullah.
Sahabat, janganlah kita tertipu oleh Dunia sehingga kita rela menukar Akihrat dengan Dunia, jangan sampai terbalik untuk urusan Dunia kita berlomba-lomba mengejarnya sedangkan untuk urusan Akhirat kita begitu Zuhud.
Mudah-mudahan kita tidak termasuk dalam golongan manusia yang cinta dunia dan melupakan Akhirat, semoga kita bisa menempatkan cinta kita kepada Allah Swt dan Nabi Muhammad Saw diatas Segalanya . . . Amien Yaa Rabb

Monday, February 6, 2012

Gila Sebenarnya

Pada suatu hari, Rasulullah saw. melihat ada sekelompok orang sedang berkumpul. Beliau bertanya , “Apakah gerangan yang menyebabkan kalian berkumpul disini?”  Para sahabat menjawab, “Ya Rasulullah, ada orang gila yang sedang mengamuk." Mendengar jawaban ini Rasulullah pun bersabda, “Orang itu sebenarnya bukan gila, tetapi ia sedang mendapat musibah. Tahukah kalian siapa orang yang benar-benar gila ?” Para sahabat semuanya terdiam. Kata Rasulullah, “Orang gila, ialah orang yang berjalan dengan sombong; memandang orang lain dengan pandangan yang merendahkan. Ia berharap akan Surga Allah, tetapi perbuatan maksiat terus dijalaninya. Ia membuat orang tidak merasa aman. Kebaikannya tidak pernah ada yang mengharapkan. Itulah orang gila yang sebenarnya.”
Rupanya , menurut Nabi kita, orang gila itu adalah orang yang masih punya akal, tetapi akalnya itu tidak dapat menerangi perilakunya. Akalnya sudah dikuasai oleh hawa nafsunya. Menurut Nabi Muhammad saw, yang menyebabkan orang menjadi gila adalah karena ia takabur .
Rasulullah saw pernah bersabda kepada salah seorang sahabatnya yang bernama Abu Dzar,
“ Wahai Abu Dzar, barang siapa mati, dan dalam hatinya ada sebesar debu dari takabur, ia tidak akan mencium bau surga, kecuali bila ia bertobat sebelum maut menjemputnya.”
Ada sebuah hadits Qudsi yang dapat dijadikan pengontrol agar kita terhindar dari sifat atau perbuatan takabur :
Allah Yang Maha Mulia dan Maha Agung berfirman : “Kemulian itu adalah gaun~Ku dan Keagungan itu adalah jubah~Ku; barang siapa yang memakai gaun dan jubah~Ku itu, akan kulemparkan ia kedalam api neraka!”
Mari kita interopeksi diri kita masing-masing, Jangan sampai kita merasa sudah waras, padahal sebenarnya kita ini gila sebagaimana yang dimaksud oleh Baginda Rasulullah saw.
(sumber : “ Sentuhan Qalbu,” oleh Ir. Permadi Alibasyah )

Gratis Sepanjang Masa

Suatu sore , seorang anak menghampiri ibunya di dapur ,ia menyerahkan selembar kertas yang telah ditulisinya
Setelah sang ibu mengeringkan tangannya dengan kain lusuh ia pun membaca tulisan itu, dan inilah isinya :
  • Untuk memotong rumput 2 dinar
  • Untuk membersihakn kamar tidur minggu ini 1 dinar
  • Untuk pergi ke toko disuruh ibu ½ dinar
  • Untuk menjaga adik waktu ibu belanja ½ dinar
  • Untuk membuang sampah 1 dinar
  • Untuk nilai yang bagus 3 dinar
  • Untuk membersihkan dan menyapu halaman ½ dinar
Jadi jumlah utang ibu adalah 8 ½ dinar.
Sang ibu memandangi anaknya dengan penuh harap, berbagai kenangan terlintas dalam benak sang ibu, lalu ia mengambil pulpen, membalikkan kertasnya dan inilah yang sang Ibu tuliskan :
  • Untuk sembilan bulan ibu mengandung kamu, GRATIS
  • Untuk semua malam ibu menemani kamu, GRATIS
  • Mengobati kamu dan mendoakan kamu, GRATIS
  • Untuk semua saat susah dan air mata dalam mengurus kamu, GRATIS
  • Untuk semua mainan, makanan, dan baju , GRATIS
Anakku . . . kalau kamu menjumlahkan semuanya, akan kau dapati bahwa harga cinta ibu, GRATIS
Seusai membaca apa yang ditulis ibunya sang anakpun berlinang air mata dan menatap wajah ibunya
Kemudian ia mengambil pulpen dan menulis sebuah kata dengan huruf-huruf besar :  “LUNAS”

(sumber dari “Tafakur,” oleh  M Agung Wibowo )

Friday, February 3, 2012

Jangan pernah berputus asa dari Rahmat Allah SWT

Allah swt melarang hamba-hamba-Nya untuk berputus asa dari rahmat dan janji-Nya berupa ampunan dari semua dosa-dosa baik dosa-dosa kecil maupun besar

Allah swt telah berfirman :
قُلْ يَا عِبَادِيَ الَّذِينَ أَسْرَفُوا عَلَى أَنفُسِهِمْ لَا تَقْنَطُوا مِن رَّحْمَةِ اللَّهِ إِنَّ اللَّهَ يَغْفِرُ الذُّنُوبَ جَمِيعًا إِنَّهُ هُوَ الْغَفُورُ الرَّحِيمُ ﴿٥٣﴾
Artinya : “Katakanlah: "Hai hamba-hamba-Ku yang malampaui batas terhadap diri mereka sendiri, janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya Allah mengampuni dosa-dosa semuanya. Sesungguhnya Dia-lah yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. “ (QS. Az Zumar : 53)

Thursday, February 2, 2012

Cinta Rasulullah Terhadap Umatnya

Islam sampai kepada kita saat ini tidak lain berkat jasa Baginda Rasulullah Muhammad Saw sebagai sosok penyampai risalah Allah yang benar dan di ridhai. Dan nanti di padang mahsyar, tiap umat Islam pasti akan meminta syafa’at dari beliau dan menginginkan berada di barisan beliau. Namun, pengakuan tidaklah cukup sekedar pengakuan. Pasti yang mengaku umat beliau akan berusaha mengikuti jejak beliau dengan jalan mengikuti sunnah-sunnah beliau dan senantiasa membasahi bibir ini dengan mendoakan beliau dengan cara memperbanyak shalawat kepada Rasulullah


Sejarah tak akan mampu mengingkari betapa indahnya akhlak dan budi pekerti Rasulullah tercinta, Sayyidina Muhammad Shalallahu ‘alaihi wa sallam hingga salah seorang istri beliau, Sayyidatina Aisyah mengatakan bahwa akhlak Rasulullah adalah “Al-Qur’an”. Tidak satu perkataan Rasulullah merupakan implementasi dari hawa nafsu beliau, melainkan adalah berasal dari wahyu ilahi. Begitu halus dan lembutnya perilaku keseharian beliau. Rasulullah adalah sosok yang mandiri dengan sifat tawadhu’ yang tiada tandingnya.
Beliau pernah menjahit sendiri pakaiannya yang koyak tanpa harus menyuruh istrinya. Dalam berkeluarga, beliau adalah sosok yang ringan tangan dan tidak segan-segan untuk membantu pekerjaan istrinya di dapur. Selain itu dikisahkan bahwa beliau tiada merasa canggung makan disamping seorang tua yang penuh kudis, kotor lagi miskin. Beliau adalah sosok yang paling sabar dimana ketika itu pernah kain beliau ditarik oleh seorang Badui hingga membekas merah dilehernya, namun beliau hanya diam dan tidak marah.

Dalam satu riwayat dikisahkan bahwa ketika beliau mengimami shalat berjamaah, para sahabat mendapati seolah-olah setiap beliau berpindah rukun terasa susah sekali dan terdengar bunyi yang aneh. Seusai sholat, salah seorang sahabat, Sayyidina Umar bin Khatthab bertanya, “Ya Rasulullah, kami melihat seolah-olah baginda menanggung penderitaan yang amat berat. Sedang sakitkah engkau ya Rasulullah?.” “Tidak ya Umar. Alhamdulillah aku sehat dan segar.” Jawab Rasulullah. “Ya Rasulullah, mengapa setiap kali Baginda menggerakkan tubuh, kami mendengar seolah-olah sendi-sendi tubuh baginda saling bergesekkan? Kami yakin baginda sedang sakit”. Desak Sayyidina Umar penuh cemas.
Akhirnya, Rasulullah pun mengangkat jubahnya. Para sahabatpun terkejut ketika mendapati perut Rasulullah yang kempis tengah di lilit oleh sehelai kain yang berisi batu kerikil sebagai penahan rasa lapar. Ternyata, batu-batu kerikil itulah yang menimbulkan bunyi aneh setiap kali tubuh Rasulullah bergerak. Para sahabat pun berkata, “Ya Rasulullah, adakah bila baginda menyatakan lapar dan tidak punya makanan, kami tidak akan mendapatkannya untuk tuan?.” Baginda Rasulullah pun menjawab dengan lembut, “Tidak para sahabatku. Aku tahu, apapun akan kalian korbankan demi Rasulmu. Tetapi, apa jawabanku nanti dihadapan Allah, apabila aku sebagai pemimpin, menjadi beban bagi umatnya? Biarlah rasa lapar ini sebagai hadiah dari Allah buatku, agar kelak umatku tak ada yang kelaparan di dunia ini, lebih-lebih di akhirat nanti.
Teramat agung pribadi Rasulullah sehingga para sahabat yang ditanya oleh seorang Badui tentang akhlak beliau hanya mampu menangis karena tak sanggup untuk menggambarkan betapa mulia akhlak beliau. Beliau diutus tidak lain untuk menyempurnakan akhlak manusia dan sebagai suri tauladan yang baik sepanjang zaman.

Saudaraku, sungguh kehadiran Rasulullah adalah untuk menyempurnakan akhlak manusia lewat segala hal yang beliau contohkan kepada umat manusia. Beliau tidak pernah pandang bulu dalam hal menghargai manusia, penuh kasih sayang, tidak pernah mendendam, malahan beliau pernah menangis ketika mengetahui bahwa balasan kekafiran adalah neraka yang menyala-nyala hingga menginginkan umat manusia untuk meng-esakan Allah.

Cukup kiranya beliau yang jadi suri tauladan kita, umat Islam khususnya yang hari ini sebagian sudah sangat jauh dari akhlak Rasulullah, baik dalam tindakan maupun perkataan yang menyejukkan. apa yang dikatakan oleh seorang sastrawan Pakistan, Muhammad Iqbal dalam salah satu karyanya dapat kita jadikan renungan bersama dimana beliau berkata: “Barangsiapa yang mengaku umat Nabi Muhammad, hendaklah berakhlak seperti beliau (Nabi Muhammad)”.

Dalam salah satu hadits dikatakan bahwa “Belum beriman seseorang sehingga aku (Rasulullah Muhammad Saw) lebih dicintainya daripada ayahnya, anak-anaknya dan seluruh manusia” (HR. Bukhari). Kita tidak tahu apakah nanti akan diakui Rasulullah sebagai umatnya atau tidak kelak di yaumul qiamah. Namun satu yang pasti bahwa semua ingin berada di barisan beliau. maka, marilah kita sama-sama berusaha untuk mengikuti akhlak beliau semampu diri kita, sebagai suri tauladan kita yang utama, memperbanyak ucapan sholawat untuknya, membela sunnahnya, bukan malah membelakanginya (mari berlindung dari hal demikian), sebagai bagian dari rasa cinta kita terhadapnya.

Mari kita sampaikan salam dan shalawat kepada Rasulullah, yang dengannya kita akan peroleh cinta dan Syafa’atnya kelak di yaumul mahsyar. insya Allah…Amiin.

(Sumber : Internet )

ORANG YANG PALING BERANI

Al Bazzar meriwayatkan dalam kitab Masnadnya dari Muhammad bin Aqil katanya, "Pada suatu hari Ali bin Abi Talib pernah berkhutbah di hadapan kaum Muslimin dan beliau berkata, "Hai kaum Muslimin, siapakah orang yang paling berani ?" Jawab mereka, "Orang yang paling berani adalah engkau sendiri, hai Amirul Mukminin." Kata Ali, "Orang yang paling berani bukan aku tapi adalah Abu Bakar. Ketika kami membuatkan  Nabi Muhammad s.a.w. gubuk di medan Badar, kami tanyakan siapakah yang berani menemankan  Nabi Muhammad s.a.w. dalam gubuk itu dan menjaganya dari serangan kaum Musyrik ? Di saat itu tidak ada seorang pun yang berani melainkan Abu Bakar sendiri. Dan beliau menghunus pedangnya di hadapan  Nabi Muhammad s.a.w. untuk membunuh siapa sahaja yang mendekati gubuk  Nabi Muhammad s.a.w. Itulah orang yang paling berani."

"Pada suatu hari juga pernah aku menyaksikan ketika  Nabi Muhammad s.a.w. sedang berjalan kaki di kota Mekah, datanglah orang Musyrik sambil menghalau beliau dan menyakiti beliau dan mereka berkata, "Apakah kamu menjadikan beberapa tuhan menjadi satu tuhan ?" Di saat itu tidak ada seorang pun yang berani mendekat dan membela  Nabi Muhammad s.a.w. selain Abu Bakar. Beliau maju ke depan dan memukul mereka sambil berkata, "Apakah kamu hendak membunuh orang yang bertuhankan Allah?"
Kemudian sambil mengangkat kain selendangnya beliau mengusap air matanya. Kemudian Ali berkata, "Adakah orang yang beriman dari kaum Firaun yang lebih baik daripada Abu Bakar ?" Semua jamaah diam sahaja tidak ada yang menjawab. Jawab Ali selanjutnya, "Sesaat dengan Abu Bakar lebih baik daripada orang yang beriman dari kaum Firaun walaupun mereka sepuluh dunia, kerana orang beriman dari kaum Firaun hanya menyembunyikan imannya sedang Abu Bakar menyiarkan imannya."

Wednesday, February 1, 2012

Kecintaan kepada Allah SWT

Aku menangis bukan karena takut mati atau karena kecintaanku kepada dunia. Akan tetapi, yang membuatku menangis adalah kesedihanku karena aku tidak bisa lagi berpuasa dan shalat malam.”
(‘Amir bin ‘Abdi Qais)

Amal yang diterima Allah SWT

Amal yang paling baik adalah yang paling ikhlas dan paling benar. Jika amal itu ikhlas tapi tidak benar, maka tidaklah diterima. Jika amal itu benar tapi tidak ikhlas, juga tidak akan diterima kecuali jika dilakukan secara ikhlas. Ikhlas artinya dilakukan hanya karena Allah. Adapun benar artinya adalah sesuai dengan sunnah (tuntunan dan petunjuk Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam).”
(Fudhail bin ‘Iyadh)

Ciri-ciri manusia bertaqwa

Sedikit makan, sedikit tidur, dan sedikit kesenangan merupakan ciri-ciri orang yang dicintai oleh Allah. (Abu Bakar bin Abdullah Al-Muzani).

Memilih Sahabat

Jangan berteman yang hanya mau menemanimu ketika kamu sehat atau kaya, karena tipe teman seperti itu sungguh berbahaya sekali bagi kamu dibelakang hari.(Imam Ghozali).

Berhati-hatilah dari berteman dengan : Ulama yang bersikap tak peduli, pecinta ajaran sufi yang bodoh serta pemimpin-pemimpin yang lalai. (Sahl bin Abdullah).

Bertafakur

Berfikir sesaat sungguh lebih mengesankan ketimbang mengerjakan shalat sepanjang malam. (Hasan Bashri).

Bagi orang berilmu yang ingin meraih kebahagiaan di dunia maupun di akhirat, maka kuncinya hendakalah ia mengamalkan ilmunya kepada orang-orang. (Syaikh Abdul Qodir Jailani).

Memilih Sahabat

Jangan berteman yang hanya mau menemanimu ketika kamu sehat atau kaya, karena tipe teman seperti itu sungguh berbahaya sekali bagi kamu dibelakang hari.(Imam Ghozali).

Keutamaan Ilmu

Ilmu itu lebih baik daripada harta. Ilmu menjaga engkau dan engkau menjaga harta. Ilmu itu penghukum (hakim) dan harta terhukum. Harta itu kurang apabila dibelanjakan tapi ilmu bertambah bila dibelanjakan.
-Khalifah Ali bin Abi Talib-

Keistimewaan Ayat Kursi

                       Dari Anas bin Malik r.a. berkata, "Rasulullah s.a.w. bersabda : "Apabila seseorang dari umatku membaca ayat Kursi 12 kali, kemudian dia berwudu dan mengerjakan solat subuh, niscaya Allah akan menjaganya dari kejahatan syaitan dan derajatnya sama dengan orang yang membaca seluruh al-Quran sebanyak tiga kali, dan pada hari kiamat ia akan diberi mahkota dari cahaya yang menyinari semua penghuni dunia."
Berkata Anas bin Malik, "Ya Rasulullah, apakah harus dibaca setiap hari?"

                        Sabda Rasulullah s.a.w., " Tidak, cukuplah membacanya pada setiap hari Jumaat."
Umat-umat dahulu hanya sedikit saja yang mempercayai rasul-rasul mereka dan itu pun apabila mereka melihat mukjizat secara langsung. Kita sebagai umat Islam tidak boleh ragu-ragu tentang apa yang diterangkan oleh Allah s.w.t. dan Rasul. Janganlah kita ragu-ragu tentang al-Quran, hadis dan sunnah Rasul kita. Janganlah kita menjadi seperti umat yang terdahulu yang mana mereka itu lebih suka banyak bertanya dan hendak melihat bukti-bukti terlebih dahulu sebelum mereka beriman.

                        Setiap satu yang dianjurkan oleh Rasulullah s.a.w. kepada kita adalah untuk kebaikan kita sendiri. Rasulullah s.a.w. menyuruh kita mengamalkan membaca ayat Kursi. Kehebatan ayat ini telah diterangkan dalam banyak hadis. Kehebatan ayat Kursi ini adalah untuk kita juga, yakni untuk menangkis gangguan syaitan dan konco-konconya di samping itu kita diberi pahala. Begitu juga dengan surah al-Falaq, surah Yasin dan banyak lagi ayat-ayat al-Quran yang mempunyai keistimewaannya. Setiap isi al-Qur'an itu mempunyai kelebihan yang tersendiri. Oleh itu kita umat Islam, janganlah ada sedikit pun keraguan tentang ayat-ayat al-Quran, hadis Rasulullah s.a.w. dan sunnah Baginda s.a.w. Keraguan dan was-was itu datangnya dari syaitan laknatullah.

Menghafalkan Asmaul Husna Yuk . . .

Firman Allah SWT dalam surat Al-Araf ayat 180 :
"Allah mempunyai asmaul husna, maka bermohonlah kepadaNya dengan menyebut asmaul husna itu dan tinggalkanlah orang-orang yang menyimpang dari kebenaran dalam (menyebut) nama-namaNya. Nanti mereka akan mendapat balasan terhadap apa yang telah mereka kerjakan".

Sesungguhnya Allah memiliki 99 nama,barangsiapa hafal mencakup keseluruhannya, dia masuk syurga. - Hadis riwayat Bukhari

Sesungguhnya Allah memiliki 99 nama, barangsiapa memeliharanya, dia masuk syurga. – Hadis riwayat Turmudzi dari Abu hurairah

Berikut ini adalah 99 nama Allah SWT beserta artinya :

Allah الله Allah Allah
1 Ar Rahman الرحمن Yang Memiliki Mutlak sifat Pemurah The All Beneficent
2 Ar Rahiim الرحيم Yang Memiliki Mutlak sifat Penyayang The Most Merciful
3 Al Malik الملك Yang Memiliki Mutlak sifat Merajai/Memerintah The King, The Sovereign
4 Al Quddus القدوس Yang Memiliki Mutlak sifat Suci The Most Holy
5 As Salaam السلام Yang Memiliki Mutlak sifat Memberi Kesejahteraan Peace and Blessing
6 Al Mu`min المؤمن Yang Memiliki Mutlak sifat Memberi Keamanan The Guarantor
7 Al Muhaimin المهيمن Yang Memiliki Mutlak sifat Pemelihara The Guardian, the Preserver
8 Al `Aziiz العزيز Yang Memiliki Mutlak Kegagahan The Almighty, the Self Sufficient
9 Al Jabbar الجبار Yang Memiliki Mutlak sifat Perkasa The Powerful, the Irresistible
10 Al Mutakabbir المتكبر Yang Memiliki Mutlak sifat Megah, Yang Memiliki Kebesaran The Tremendous
11 Al Khaliq الخالق Yang Memiliki Mutlak sifat Pencipta The Creator
12 Al Baari` البارئ Yang Memiliki Mutlak sifat Yang Melepaskan (Membuat, Membentuk, Menyeimbangkan) The Maker
13 Al Mushawwir المصور Yang Memiliki Mutlak sifat Yang Membentuk Rupa (makhluknya) The Fashioner of Forms
14 Al Ghaffaar الغفار Yang Memiliki Mutlak sifat Pengampun The Ever Forgiving
15 Al Qahhaar القهار Yang Memiliki Mutlak sifat Memaksa The All Compelling Subduer
16 Al Wahhaab الوهاب Yang Memiliki Mutlak sifat Pemberi Karunia The Bestower
17 Ar Razzaaq الرزاق Yang Memiliki Mutlak sifat Pemberi Rejeki The Ever Providing
18 Al Fattaah الفتاح Yang Memiliki Mutlak sifat Pembuka Rahmat The Opener, the Victory Giver
19 Al `Aliim العليم Yang Memiliki Mutlak sifat Mengetahui (Memiliki Ilmu) The All Knowing, the Omniscient
20 Al Qaabidh القابض Yang Memiliki Mutlak sifat Yang Menyempitkan (makhluknya) The Restrainer, the Straightener
21 Al Baasith الباسط Yang Memiliki Mutlak sifat Yang Melapangkan (makhluknya) The Expander, the Munificent
22 Al Khaafidh الخافض Yang Memiliki Mutlak sifat Yang Merendahkan (makhluknya) The Abaser
23 Ar Raafi` الرافع Yang Memiliki Mutlak sifat Yang Meninggikan (makhluknya) The Exalter
24 Al Mu`izz المعز Yang Memiliki Mutlak sifat Yang Memuliakan (makhluknya) The Giver of Honor
25 Al Mudzil المذل Yang Memiliki Mutlak sifat Yang Menghinakan (makhluknya) The Giver of Dishonor
26 Al Samii` السميع Yang Memiliki Mutlak sifat Maha Mendengar The All Hearing
27 Al Bashiir البصير Yang Memiliki Mutlak sifat Maha Melihat The All Seeing
28 Al Hakam الحكم Yang Memiliki Mutlak sifat Maha Menetapkan The Judge, the Arbitrator
29 Al `Adl العدل Yang Memiliki Mutlak sifat Maha Adil The Utterly Just
30 Al Lathiif اللطيف Yang Memiliki Mutlak sifat Maha Lembut The Subtly Kind
31 Al Khabiir الخبير Yang Memiliki Mutlak sifat Maha Mengetahui Rahasia The All Aware
32 Al Haliim الحليم Yang Memiliki Mutlak sifat Maha Penyantun The Forbearing, the Indulgent
33 Al `Azhiim العظيم Yang Memiliki Mutlak sifat Maha Agung The Magnificent, the Infinite
34 Al Ghafuur الغفور Yang Memiliki Mutlak sifat Maha Pengampun The All Forgiving
35 As Syakuur الشكور Yang Memiliki Mutlak sifat Maha Pembalas Budi (Menghargai) The Grateful
36 Al `Aliy العلى Yang Memiliki Mutlak sifat Maha Tinggi The Sublimely Exalted
37 Al Kabiir الكبير Yang Memiliki Mutlak sifat Maha Besar The Great
38 Al Hafizh الحفيظ Yang Memiliki Mutlak sifat Maha Menjaga The Preserver
39 Al Muqiit المقيت Yang Memiliki Mutlak sifat Maha Pemberi Kecukupan The Nourisher
40 Al Hasiib الحسيب Yang Memiliki Mutlak sifat Maha Membuat Perhitungan The Reckoner
41 Al Jaliil الجليل Yang Memiliki Mutlak sifat Maha Mulia The Majestic
42 Al Kariim الكريم Yang Memiliki Mutlak sifat Maha Pemurah The Bountiful, the Generous
43 Ar Raqiib الرقيب Yang Memiliki Mutlak sifat Maha Mengawasi The Watchful
44 Al Mujiib المجيب Yang Memiliki Mutlak sifat Maha Mengabulkan The Responsive, the Answerer
45 Al Waasi` الواسع Yang Memiliki Mutlak sifat Maha Luas The Vast, the All Encompassing
46 Al Hakiim الحكيم Yang Memiliki Mutlak sifat Maka Bijaksana The Wise
47 Al Waduud الودود Yang Memiliki Mutlak sifat Maha Pencinta The Loving, the Kind One
48 Al Majiid المجيد Yang Memiliki Mutlak sifat Maha Mulia The All Glorious
49 Al Baa`its الباعث Yang Memiliki Mutlak sifat Maha Membangkitkan The Raiser of the Dead
50 As Syahiid الشهيد Yang Memiliki Mutlak sifat Maha Menyaksikan The Witness
51 Al Haqq الحق Yang Memiliki Mutlak sifat Maha Benar The Truth, the Real
52 Al Wakiil الوكيل Yang Memiliki Mutlak sifat Maha Memelihara The Trustee, the Dependable
53 Al Qawiyyu القوى Yang Memiliki Mutlak sifat Maha Kuat The Strong
54 Al Matiin المتين Yang Memiliki Mutlak sifat Maha Kokoh The Firm, the Steadfast
55 Al Waliyy الولى Yang Memiliki Mutlak sifat Maha Melindungi The Protecting Friend, Patron, and Helper
56 Al Hamiid الحميد Yang Memiliki Mutlak sifat Maha Terpuji The All Praiseworthy
57 Al Mushii المحصى Yang Memiliki Mutlak sifat Maha Mengkalkulasi The Accounter, the Numberer of All
58 Al Mubdi` المبدئ Yang Memiliki Mutlak sifat Maha Memulai The Producer, Originator, and Initiator of all
59 Al Mu`iid المعيد Yang Memiliki Mutlak sifat Maha Mengembalikan Kehidupan The Reinstater Who Brings Back All
60 Al Muhyii المحيى Yang Memiliki Mutlak sifat Maha Menghidupkan The Giver of Life
61 Al Mumiitu المميت Yang Memiliki Mutlak sifat Maha Mematikan The Bringer of Death, the Destroyer
62 Al Hayyu الحي Yang Memiliki Mutlak sifat Maha Hidup The Ever Living
63 Al Qayyuum القيوم Yang Memiliki Mutlak sifat Maha Mandiri The Self Subsisting Sustainer of All
64 Al Waajid الواجد Yang Memiliki Mutlak sifat Maha Penemu The Perceiver, the Finder, the Unfailing
65 Al Maajid الماجد Yang Memiliki Mutlak sifat Maha Mulia The Illustrious, the Magnificent
66 Al Wahiid الواحد Yang Memiliki Mutlak sifat Maha Tunggal The One, The Unique, Manifestation of Unity
67 Al Ahad الاحد Yang Memiliki Mutlak sifat Maha Esa The One Only
68 As Shamad الصمد Yang Memiliki Mutlak sifat Maha Dibutuhkan, Tempat Meminta The Self Sufficient, the Impregnable, the Eternally Besought of All, the Everlasting
69 Al Qaadir القادر Yang Memiliki Mutlak sifat Maha Menentukan, Maha Menyeimbangkan The All Able
70 Al Muqtadir المقتدر Yang Memiliki Mutlak sifat Maha Berkuasa The All Determiner, the Dominant
71 Al Muqaddim المقدم Yang Memiliki Mutlak sifat Maha Mendahulukan The Expediter, He who brings forward
72 Al Mu`akkhir المؤخر Yang Memiliki Mutlak sifat Maha Mengakhirkan The Delayer, He who puts far away
73 Al Awwal الأول Yang Memiliki Mutlak sifat Maha Awal The First
74 Al Aakhir الأخر Yang Memiliki Mutlak sifat Maha Akhir The Last
75 Az Zhaahir الظاهر Yang Memiliki Mutlak sifat Maha Nyata The Manifest; the All Victorious
76 Al Baathin الباطن Yang Memiliki Mutlak sifat Maha Ghaib The Hidden; the All Encompassing
77 Al Waali الوالي Yang Memiliki Mutlak sifat Maha Memerintah The Patron
78 Al Muta`aalii المتعالي Yang Memiliki Mutlak sifat Maha Tinggi The Self Exalted
79 Al Barri البر Yang Memiliki Mutlak sifat Maha Penderma The Most Kind and Righteous
80 At Tawwaab التواب Yang Memiliki Mutlak sifat Maha Penerima Tobat The Ever Returning, Ever Relenting
81 Al Muntaqim المنتقم Yang Memiliki Mutlak sifat Maha Penyiksa The Avenger
82 Al Afuww العفو Yang Memiliki Mutlak sifat Maha Pemaaf The Pardoner, the Effacer of Sins
83 Ar Ra`uuf الرؤوف Yang Memiliki Mutlak sifat Maha Pengasih The Compassionate, the All Pitying
84 Malikul Mulk مالك الملك Yang Memiliki Mutlak sifat Penguasa Kerajaan (Semesta) The Owner of All Sovereignty
85 Dzul Jalaali Wal Ikraam ذو الجلال و الإكرام Yang Memiliki Mutlak sifat Pemilik Kebesaran dan Kemuliaan The Lord of Majesty and Generosity
86 Al Muqsith المقسط Yang Memiliki Mutlak sifat Maha Adil The Equitable, the Requiter
87 Al Jamii` الجامع Yang Memiliki Mutlak sifat Maha Mengumpulkan The Gatherer, the Unifier
88 Al Ghaniyy الغنى Yang Memiliki Mutlak sifat Maha Berkecukupan The All Rich, the Independent
89 Al Mughnii المغنى Yang Memiliki Mutlak sifat Maha Memberi Kekayaan
90 Al Maani المانع Yang Memiliki Mutlak sifat Maha Mencegah
91 Ad Dhaar الضار Yang Memiliki Mutlak sifat Maha Memberi Derita
92 An Nafii` النافع Yang Memiliki Mutlak sifat Maha Memberi Manfaat
93 An Nuur النور Yang Memiliki Mutlak sifat Maha Bercahaya (Menerangi, Memberi Cahaya)
94 Al Haadii الهادئ Yang Memiliki Mutlak sifat Maha Pemberi Petunjuk
95 Al Baadii البديع Yang Memiliki Mutlak sifat Maha Pencipta
96 Al Baaqii الباقي Yang Memiliki Mutlak sifat Maha Kekal
97 Al Waarits الوارث Yang Memiliki Mutlak sifat Maha Pewaris
98 Ar Rasyiid الرشيد Yang Memiliki Mutlak sifat Maha Pandai
99 As Shabuur الصبور Yang Memiliki Mutlak sifat Maha Sabar