Suatu sore , seorang anak menghampiri ibunya di dapur ,ia menyerahkan selembar kertas yang telah ditulisinya
Setelah sang ibu mengeringkan tangannya dengan kain lusuh ia pun membaca tulisan itu, dan inilah isinya :
- Untuk memotong rumput 2 dinar
- Untuk membersihakn kamar tidur minggu ini 1 dinar
- Untuk pergi ke toko disuruh ibu ½ dinar
- Untuk menjaga adik waktu ibu belanja ½ dinar
- Untuk membuang sampah 1 dinar
- Untuk nilai yang bagus 3 dinar
- Untuk membersihkan dan menyapu halaman ½ dinar
Jadi jumlah utang ibu adalah 8 ½ dinar.
Sang ibu memandangi anaknya dengan penuh harap, berbagai kenangan terlintas dalam benak sang ibu, lalu ia mengambil pulpen, membalikkan kertasnya dan inilah yang sang Ibu tuliskan :
- Untuk sembilan bulan ibu mengandung kamu, GRATIS
- Untuk semua malam ibu menemani kamu, GRATIS
- Mengobati kamu dan mendoakan kamu, GRATIS
- Untuk semua saat susah dan air mata dalam mengurus kamu, GRATIS
- Untuk semua mainan, makanan, dan baju , GRATIS
Anakku . . . kalau kamu menjumlahkan semuanya, akan kau dapati bahwa harga cinta ibu, GRATIS
Seusai membaca apa yang ditulis ibunya sang anakpun berlinang air mata dan menatap wajah ibunya
Kemudian ia mengambil pulpen dan menulis sebuah kata dengan huruf-huruf besar : “LUNAS”
(sumber dari “Tafakur,” oleh M Agung Wibowo )

No comments:
Post a Comment
Note: Only a member of this blog may post a comment.