Pada suatu hari, Rasulullah saw. melihat ada sekelompok orang sedang berkumpul. Beliau bertanya , “Apakah gerangan yang menyebabkan kalian berkumpul disini?” Para sahabat menjawab, “Ya Rasulullah, ada orang gila yang sedang mengamuk." Mendengar jawaban ini Rasulullah pun bersabda, “Orang itu sebenarnya bukan gila, tetapi ia sedang mendapat musibah. Tahukah kalian siapa orang yang benar-benar gila ?” Para sahabat semuanya terdiam. Kata Rasulullah, “Orang gila, ialah orang yang berjalan dengan sombong; memandang orang lain dengan pandangan yang merendahkan. Ia berharap akan Surga Allah, tetapi perbuatan maksiat terus dijalaninya. Ia membuat orang tidak merasa aman. Kebaikannya tidak pernah ada yang mengharapkan. Itulah orang gila yang sebenarnya.”
Rupanya , menurut Nabi kita, orang gila itu adalah orang yang masih punya akal, tetapi akalnya itu tidak dapat menerangi perilakunya. Akalnya sudah dikuasai oleh hawa nafsunya. Menurut Nabi Muhammad saw, yang menyebabkan orang menjadi gila adalah karena ia takabur .
Rasulullah saw pernah bersabda kepada salah seorang sahabatnya yang bernama Abu Dzar,
“ Wahai Abu Dzar, barang siapa mati, dan dalam hatinya ada sebesar debu dari takabur, ia tidak akan mencium bau surga, kecuali bila ia bertobat sebelum maut menjemputnya.”
Ada sebuah hadits Qudsi yang dapat dijadikan pengontrol agar kita terhindar dari sifat atau perbuatan takabur :
Allah Yang Maha Mulia dan Maha Agung berfirman : “Kemulian itu adalah gaun~Ku dan Keagungan itu adalah jubah~Ku; barang siapa yang memakai gaun dan jubah~Ku itu, akan kulemparkan ia kedalam api neraka!”
Mari kita interopeksi diri kita masing-masing, Jangan sampai kita merasa sudah waras, padahal sebenarnya kita ini gila sebagaimana yang dimaksud oleh Baginda Rasulullah saw.
(sumber : “ Sentuhan Qalbu,” oleh Ir. Permadi Alibasyah )

No comments:
Post a Comment
Note: Only a member of this blog may post a comment.